BIRRUL WALIDAIN
(Berbakti Kepada Orang Tua)
A. Pengertian Berbuat Baik dan Durhaka kepada Orang Tua
1. Pengertian Berbuat Baik
Berbakti kepada orang tua menurut bahasa adalah Al-ihsaan, yang berasal dari kata ahsana-yuhsinu-ihsaanan yang berarti berbuat baik. Yakni menyampaikan setiap kebaikan kepada keduanya semampu kita dan bila memungkinkan mencegah gangguan terhadap keduanya.
Menurut Ibnu athiyyah, kita wajib mentaati keduanya dalam hal-hal yang mubah, harus mengikuti apa-apa yang diperintahkan keduanya dan menjauhi apa-apa yang dilarang.
2. Pengertian Berbuat Durhaka
Uquuqul walidain adalah gangguan yang ditimbulkan seorang anak terhaddap kedua orang tuanya baik perkataan maupun perbuatan. Dalam hal perkataan misalnya :
a. Mengatakan ’ah’ atau ’cis’
b. Berkata dengan kalimat yang keras atau menyakitkan hati
c. Menggertak
d. Mencaci
Sedangkan yang berupa perbuatan misalnya berlaku kasar, seperti :
a. Memukul dengan tangan atau kaki ketika orang tua menginginkan sesuatu atau menyuruh untuk memenuhi keinginannya
b. Membencinya
c. Tidak memperdulikannya
d. Tidak bersilaturahmi
e. Tidak memberikan nafkah kepada orang tuanya yang miskin.
B. Ayat-Ayat yang mewajibkan Berbakti dan mengharamkan Durhaka kepada Kedua Orang Tua
Ayat-ayat tersebut didalam firmannya diantaranya pada surat :
1. Al-Israa’: 23-24
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil
2. An-Nisaa’: 36
Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
3. Luqman: 14-15
Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
4. Al-Ankabuut: 8
Artinya: Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
5. Al-Ahqaf: 15-18
Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka". Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
6. Al-Baqarah: 21
Artinya: Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
C. Berbakti Kepada Orang Tua Merupakan Sifat yang Menonjol dari Para Nabi
1. Maryam: 14-14 dan 30-32
Artinya: Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
Artinya: Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
2. Ibrahim: 40-41
Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".
3. Asy-Syu’raa: 86-87
Artinya: Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
4. Nuh: 28
Artinya: Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan".
5. An-Naml: 19
Artinya: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
Dari ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan syari’at yang umum. Karena selain diutusnya nabi di muka bumi selain untuk menyeru kepada umat manusia agar berbakti kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan menjauhkan segala macam perbuatan syirik, tetapi juga diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti kepada kedua orang tuanya.
D. Keutamaan dan Ganjaran Berbakti kepada kedua Orang Tua
Keutamaan dan ganjarannya diantaranya yaitu :
a. Merupakan amal yang paling utama
b. Ridho Allah tergantung kepada keridhoan kepada keridhoan orang tua
c. Dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami, yakni dengan bertawasul atas amal shalih tersebut
d. Dapat meluaskan rizki dan memanjangkan umur (bersilaturahmi)
e. Dapat memasukkan kedalam surga
E. Wasiat untuk Berbuat Baik kepada Orang tua Tatkala keduanya berusia Lanjut
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat abu Hurairah dari Nabi SAW, ia bersabda ”Celakalah, celakalah, dan sekali lagi celakalah!” lalu ada yang bertanya, ”Siapa, wahai Rasulullah?” Rasulullah berkata, ”Orang yang mendapati kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau kedua-duanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk surga.”
Dalam Hadits lain disebutkan : Nabi SAW naik keatas mimbar kemudian berkata ”Amiin,amiin,amiin.” para sahabat bertanya, ”Mengapa engkau berkata Aamiin, Aamiin, aamiin, ya rasulullah?” Nabi SAW bersabda, ”Telah datang malaikat jibril dan ia berkata, ’Wahai Muhammad! Celakalah seseorang yang jika disebut namamu namun dia tidak bershalawat kepadamu, katakanlah aamiin! Maka kukatakan ’Aamiin’.” Kemudian Jibril berkata lagi, ’Celakalah seseorang yang memasuki bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan tidak diampuni dosanya olah Allah, katakanlah aamiin!” Maka aku berkata ’Aamiin’. Kemudian Jibril berkata lagi, ”Celakalah seseorang yan g mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga, katakanlah aamiin!” Maka kukatakan ’Aamiin’.
Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa keberadaan kedua orang tua yang berusia lanjut itu merupakan kesempatan yang paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah, dimudahkan rizki, dan jembatan emas menuju Surga.
F. Hak Ibu lebih Besar daripada Hak Ayah
Seperti yang dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahqaf : 15 yang menjelaskan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan yakni hamil kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Ukuran terendah mengandung sampai melahirkan adalah enam bulan (Pada umumnya 9-10 bulan) dan dua tahun menyusui. Oleh karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada Ayah.
G. Bentuk-Bentuk Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Diantaranya yaitu :
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut
3. Tawadhu’ (Rendah hati)
4. Memberikan infak (Shadaqoh) kepadanya
5. Mendoakannya.
H. Haramnya Durhaka kepada Kedua Orang Tua
Dari al-Mughirah bin Syu’aib ra bahwa Nabi SAW bersabda : ”Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan atas kamu durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta sesuatu yang bukan haknya dan membunuh anak hidup-hidup. Dan Allah membenci atasmu banyak bicara, banyak bertanya dan memboroskan harta (Menghambur-hamburkan kekayaan).”
Bentuk-bentuk durhaka kepada orang tua itu diantaranya :
1. Menimbulkan gangguan baik berupa perkataan maupun ucapan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati
2. Berkata ah dan tidak memenuhi panggilan keduanya
3. Membentak atau menghardik
4. Melaknat dan mencaci keduanya
5. bakhil (Pelit), tidak mengurusi keduanya, bahkan lebih mementingkan yang lain
6. Bermuka masam dan cemberut dihadapan keduanya, mengatakan bodoh, Kolot, dll
7. Menyuruh kedua orang tua untuk melakukan pekerjaan yang tidak pantas bagi keduanya
8. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik keduanya
9. Memasukkan kemungkaran kedalam rumah. Misalnya alat musik, menghisap rokok, dll
10. Mendahulukan taat kepada istri daripada kedua orang tua
11. Malu mengakui keduanya sebagai orang tuanya.
Sebab-sebab anak durhaka kepada kedua orang tuanya diantaranya :
1. Karena kebodohan
2. Jeleknya pendidikan orang tua dalam mendidik anak
3. Paradok, yaitu orang tua menyuruh anak berbuat baik, tetapi orang tua sendiri tidak berbuat kebaikan
4. Bapak Ibunya dulu pernah durhaka kepada kedua orang tua sehingga dibalas oleh anaknya
5. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan
6. Jeleknya akhlak istri
Sumber: Yazid bin abdul Qadir Jawas, Birul Waidain, Bogor, Pustaka At-Taqwa, 2009
64 komentar:
spakat,emang harus gitu
okelahkalaubeggitu
siip
baca lagi dan masih yang kemarin perbanyak donk artikelnya
tul bgt...
panjanga amat artikelnya, mbok dibagi bagi, kok gak iklan juga ni
ahsanti ya ukhti
seep banget dah
hayo kalian termasuk golongan yang mana /
kalau aku ya yang berbakti pada orang tua lah hehe
oke dech..........
ditambah dunkz artikelna
Belum buat artikel lagi. oke dech..
belum buat artikel lagi.
mana nih
buat artikel lg
Subhanallah
panjang ja, kok kayaknya cuma satu ja dr kemarin ya
yang baru mana ya..
MANFAAT..
begitu ia...
di mana ya...
mana ni yagn baru,
mana-yang-mana..
Ayo tingkatkan Blognya....
GBU!!!
bu mana nih?
Kemaren dah buat tapi belum tak kirim...
iklannya mana?
post yg lain mana...?
semangat.,
yg lain pk post...
tetep...
mana mana . kemna kemana kemana
posting la dunkz
Sundul-sundul,,,
mana nech???
iklan iklan
mana ya?
without iklan..???
wkkwkwkwkwkkkk, yuk sama2 bljr
endi..ya..
semoga kitajadianak yagn brbakti,
artikel q dah da enam. tapi artikel yang tampil ini terus. iklan, saya dah daftar di sitti tapi kok gak muncul. jadi bingung sendiri...:(
gimana donk...?
mbak koq gk nambah"..
Nambah biar kenyang mabak,,,
pasti dah lapar banget neh...
khoirrr.
jan... jan....
diposting lagi, n pasang iklanya
Mampir ke ruangan yg sama..
ya
ok
lanjtkan
yuk mari...he
:-)
ditambah artikelnya, iklanya jg
Belum bener juga blognya mbka alfi???
lanjtkan
mana nih...
udah bagus..tpi tmbah dong
ayo berbakti
manalagi....kayak mangga
bunda....maafkan ku
yaaaaaaaaaaaaaaa
Posting Komentar